Cara Cerdas Budidaya Jahe Gajah di Lahan Sempit

Posted on

Cara Cerdas Budidaya Jahe Gajah di Lahan Sempit – Jahe yang mempunyai nama latin Zingiber officinale merupakan salah satu jenis tanaman rimpang yang sangat populer untuk digunakan sebagai rempah – rempah serta sebagai bahan obat. Rimpang dari tanaman jahe memiliki bentuk seperti jemari yang menggembung di ruas tengahnya, Jahe juga mengandung senyawa keton yang bernama zingeton sehingga menyebabkan jahe memiliki rasa yang pedas, nama ilmiah dari jahe disebutkan berasal dari bahasa sansekerta yakni singaberi.

Menurut sejarah, tanaman jahe dikatakan berasal dari India yang kemudian jahe dengan cepat menyebar ke berbagai wilayah di seluruh dunia mulai dari Asia Tenggara, Jepang, hingga Timur Tengah. Pada jaman penjajahan Belanda yang selama kurang lebih 350 tahun, jahe juga dijadikan sebagai komoditas rempah – rempah yang sangat penting karena dapat memberikan rasa yang hangat dan pedas pada makanan, salah satu jenis jahe yang saat ini sedang populer untuk dibudidayakan adalah jenis jahe gajah, berikut ini ulasannya.

Cara Cerdas Budidaya Jahe Gajah di Lahan Sempit

Cara Cerdas Budidaya Jahe Gajah di Lahan Sempit

  1. Proses Pembibitan

Langkah pertama yang bisa Anda lakukan dalam mengawali budidaya jahe gajah adalah dengan melakukan pembibitan dengan cara menyiapkan beberapa rimpang jahe gajah kemudian masukkan rimpang tersebut ke dalam larutan PHEFOC selama 15 menit dan keringkan, setelah itu rendam kembali dalam zat pengatur tumbuh SOT BINAGRO selama 6 jam kemudian keringkan kembali.

  1. Manfaat SOT BINAGRO

Larutan SOT BINAGRO merupakan suatu larutan yang digunakan dalam proses pembibitan tanaman jahe gajah,keuntungan yang akan Anda dapatkan di antaranya adalah memperkuat jaringan akar dan batang, meningkatkan hasil panen, meningkatkan daya tahan terhadap jamur dan penyakit, mampu mempercepat masa panen, serta menngkatkan jumlah tunas pada tanaman.

  1. Proses Penanaman

Langkah ketiga yang bisa Anda lakukan pada budidaya jahe gajah adalah dengan melakukan penanaman, siapkanlah media tanam dan polybag yang berukuran besar atau karung, kemudian tanamlah bibit jahe dan siramlah sesuai dengan kebutuhan, sebaiknya tanaman jahe gajah tidak langsung diletakkan di tempat terbuka terlebih dahulu sebelum usia tanaman mencapai umur dua bulan.

  1. Perawatan

Langkah keempat yang harus Anda lakukan dalam budidaya jahe gajah di lahan sempit adalah perawatan, proes perawatan yang bisa Anda lakukan adalah dengan melakukan penyiraman yang dilakukan secara rutin dengan frekuensi dua hari sekali, selain itu Anda juga harus menambahkan pupuk apabila tanaman jahe gajah dirasa lambat pertumbuhannya, Anda bisa memberikan pupuk kandang atau kompos.

  1. Masa Panen

Langkah kelima sekaligus terakhir dalam budidaya jahe gajah adalah masa pemanenan, jahe gajah yang Anda tanam siap untuk dipanen ketika usia tanaman mencapai 8 hingga 12 bulan usia tanam, proses panen tanaman jahe yang menggunakan polybag sangatlah mudah, Anda hanya perlu merobek bagian pinggir dari polybag, kemudian goyangkanlah tanaman jahe hingga tanahnya terlepas.

Tanaman jahe gajah merupakan salah satu jenis jahe yang populer di Indonesia karena ukurannya yang besar, untuk melakukan budidaya jahe gajah Anda bisa mengikuti ulasan di atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *