Antioksidan Sebagai Zat Pelawan Penyakit

Posted on

Antioksidan Sebagai Zat Pelawan Penyakit

Semua orang yang terkena penyakit berharap bisa sembuh dari penyakitnya. Maka dibutuhkan pengobatan yang tepat untuk menyembuhkan suatu penyakit. Pada penyakit tertentu penyembuhan akan lebih efektif apabila dibantu dengan meningkatkan asupan antioksidan dan melalui perubahan diet selain pengobatan medis.

Ada beberapa jenis penyakit yang penyembuhannya bisa dibantu dengan asupan antioksidan antara lain adalah penyakit kardiovaskular. Makanan yang mengandung antioksidan sangat baik dikonsumsi untuk menjaga kesehatan jantung. Antioksidan bisa didapat dari sayur, buah-buahan, biji-bijian dan teh. Anggur merah juga bisa menurunkan ririko penyakit kardiovaskular. Anggur merah tidak hanya kaya akan antioksidan namun juga mengandung resveratrol yang baik untuk jantung.

Masalah dengan kesuburan juga bisa dibantu dengan asupan antioksidan. Sebuah peneilitan menemukan bahwa pria yang mengonsumsi suplemen lycopene, vitamin E dan C, zinc, selenium, folat dan bawang putih memiliki tingkat kesuburan hingga dua kali lipat dibandingkan pria yang tidak mempunyai asupan antioksidan. Antioksidan mampu menangkal radikal bebas yang diketahui bisa menurunkan kualitas sperma dan menyebabkan ketidaksuburan.

Penyakit lain yang membutuhkan asupan antioksidan adalah Degenerasi makula. Antioksidan lutein dan zeaxanthin bisa melindungi degenerasi makula mata. Zat antioksidan tersebut bisa didapat dari sayuran berwarna cerah. Contoh sayuran berwarna cerah adalah brokoli, wortel, tomat dan buncis.

Cystic fibrosis adalah penyakit gangguan pada kelenjar, termasuk kelenjar yang membuat lendir dan keringat. Pasien yang mengidap penyakit ini dapat mengalami kesusahan ketika mencerna makanan, sehingga kadang membutuhkan terapi antioksidan melalui inhaler ketika mendapat perawatan. Terapi antioksidan dilakukan dengan memakai vitamin A, D, E dan K glutathione.

Penderita alergi dan asma membutuhkan asupan antioksidan untuk mengindari penyakitnya. Anak-anak yang mengonsumsi lebih banyak tomat, terong dan kacang hijau mempunyai risiko lebih rendah terhadap asma dan alergi. Jaringan paru-paru dapat dilindungi oleh antioksidan seperti alpha karoten, beta karoten, vitamin C dan lycopene.

Pada penelitian terbaru ditemukan bahwa antioksidan dalam teh hijau dapat membuat tulang lebih kuat seiring bertambahnya umur. Teh hujau bisa mengurangi peradangan dan nyeri pada rheumatoid arthritis.