Awas, Resiko Gagal Jantung Meningkat Pada Penderita Susah Tidur

Posted on

Awas, Resiko Gagal Jantung Meningkat Pada Penderita Susah Tidur

Insomnia merupakan gangguan yang dialami orang yang mengalami kesulitan tidur. Insomnia juga bisa berarti gangguan untuk tidur dengan nyenyak. Dari gangguan yang terjadi, sepintas tidak ada resiko berarti dari penyakit ini. Beberapa orang meyakin bahwa insomnia hanya berpengaruh pada tekanan darah, nafsu makan, menurunnya konsentrasi serta beberapa penyakit ringan lainnya. Namun, ternyata sebuah penelitian menemukan hal lain dari resiko insomnia. Menurut penelitian tersebut, ternyata insomnia bisa meningkatkan resiko terkena penyakit jantung.

 

Adalah sebuah studi terbaru yang dikembangkan di Norwegian University Of Science and Technology yang menyatakan bahwa penderita insomnia memiliki resiko gagal jantung lebih besar dari pada orang yang tidur normal. Resiko yang disebabkan gangguan tidur ini cukup tinggi, tidak tanggung tanggung, penderita insomnia bisa tiga kali lebiih besar mempunyai resiko gagal jantung. Bahkan apabila insomnia tersebut disertai stress mana bisa naik menjadi empat kali lipat.

Penelitian tersebut mengaitkan antara kebiasaan tidur yang kurang dengan resiko gagal jantung. Ternyata hasilnya cukup mengejutkan, resiko gagal jantung bisa lebih tinggi tiga kali lipat pada orang yang menderita insomnia. Penelitian ini tentunya tidak dilakukan hanya dalam hitungan hari atau bulan. Berdasarkan lansiran detikHealth yang mengutip dari ivillage penelitian ini sudah dimulai sejak 1995 dan 1997 silam. Penelitian yang diberikan kepada 54.000 orang yang terdiri laki-laki dan perempuan.

Penelitian ini baru menemukan hasil setelah dilihat pada sebelas tahun kemudian. Ternyata dari peseerta tersebut sekitar 1.400 orang mengalami gagal jantung. Angka ini tentunya bukanlah angka yang kecil, mengingat gagal jantung bukanlah penyakit ringan. Seperti yang diketahui, gagal jantung termasuk dalam penyakit berbahaya yang membuat kerja jantung tidak normal. Selain itu, akibat dari gagal jantung inilah, maka proses pemompa darah tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Temuan ini langsung mendapatkan tanggapan dari beberapa dokter. Bahkan beberapa dokter menemukan sebuah benang merah yang menghubungkan antara insomnia dengan gagal jantung. Sehingga secara tidak langsung dokter tersebut membenarkan studi yang dilakukan di Norwegia ini.