Langsing Ekstrim, Anorexia

Posted on

Langsing Ekstrim, Anorexia

Siapa yang tidak ingin langsing? Bagi kaum wanita hal ini adalah sebuah keharusan. Ya, langsing memang satu hal yang semua wanita di dunia idam-idamkan. Tampilan yang langsing memang membawa banyak pengaruh baik seperti seseorang akan tampak lebih muda, lebih terlihat cantik, dan pastinya lebih menarik dipandang mata. Namun, sebenarnya langsing juga bisa diartikan sehat, karena terbebas dari lemak dan kadar gula yang berlebihan. Tapi apa jadinya bila ada seorang wanita yang sangat terobsesei ingin tampil langsing dan malah menyakiti dirinya sendiri?. Adalah anorexia, sebuah gangguan psikologi yang membuat seorang wanita merasa bersalah setelah dia makan. Orang yang mengidap anorexia akan selalu merasa berat badannya berlebihan walau sebenarnya tidak. Penderita anorexia akan melaparkan diri secara sengaja untuk menghindari berat badannya yang naik pasca makan.

Anorexia juga bisa disangkut pautkan dengan masalah gangguan emosional. Maka dari itu para ahli menyatakan bahwa penyakit ini adalah penyakit psikologi. Adapun gejala-gejala seseorang mengidap anorexia yang bisa dilihat secara fisik seperti, hilangnya berat badan secara fantastis, sering pusing dan pingsan, warna kebiruan di jari, kulit kering, dan rambut rontok. Sedangkan untuk gejala emosi adalah selalu menolak untuk makan, menampik rasa lapar, berolahraga berlebihan, mudah marah, dan depresi. Bila anda mempunyai seorang teman atau saudara yang mengalami anorexia, anda bisa mengajaknya untuk mengunjungi seorang psikolog. Seorang psikolog akan membantu mengembalikan kepercayaan dirinya dan mengembalikan pemikirannya yang salah terhadap pola makan. Bila sudah parah, bawalah teman atau saudara anda tersebut ke rumah sakit untuk ditangani secara medis terlebih dahulu. Bila sudah tertangani secara medis, barulah anda bisa menggunakan jasa psikolog untuk mengembalikan kepercayaan dirinya.