Penyebab Dan Penanganan Pertama Pada Muntah

Posted on

Penyebab Dan Penanganan Pertama Pada Muntah

Hampir semua orang pernah muntah. Muntah sendiri merupakan suatu gejala bukan sebuah penyakit. Muntah adalah keluarnya isi lambung dan usus melalui mulut dengan paksa atau dengan kekuatan. Muntah adalah refleks tubuh untuk melindungi diri karena dapat berfungsi melawan toksin yang tidak sengaja ditelan. Muntah juga merupakan usaha untuk mengeluarkan racun dari tubuh dan bisa mengurangi tekanan akibat adanya sumbatan atau pembesaran organ yang menyebabkan penekanan pada saluran pencernaan. Ada tiga fase muntah, yaitu mual, recthing atau manuver awal saat akan muntah, serta regurgitasi atau pengeluaran isi lambung dari usus ke mulut.

Muntahan bisa berupa cairan yang bercampur dengan makanan atau cairan lambung saja. Ketika muntah biasanya disertai dengan cairan kuning atau sedikit bercak darah. Bisa juga muntah berwarna hijau jika gangguang yang terjadi lebih berat dan berbahaya seperti sumbatan saluran cerna.

Kondisi yang dapat merangsang muntah antara lain berbagai gangguan si saluran pencernaan baik infeksi termasuk gastroenteritis karena rotavirus dan non infeksi seperti obstruksi saluran pencernaan, racun di saluran pencernaan, gangguan keseimbangan, dan kelainan metabolik.

Alergi dan hipersensitif saluran cerna juga salah satu penyebab muntah yang paling sering. Pada anak penderita alergi khusus dengan gastrooesephageal refluks biasanya keluhan muntah atau gumoh saat anak berusia 6-12 bulan. Setelah usia itu keluhan berangsur berkurang dan akan membaik paling lama setelah usia 5-7 tahun.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menangani muntah antara lain dengan pemberian cairan atau minum untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah dehidrasi. Untuk anak, posisikan pada posisi telungkup atau miring untuk menghindari isi muntahan masuk ke saliran nafas.

Dehidrasi atau kekurangan cairan dapat terjadi bila anak muntah terus menerus. Hindari pemberian makanan yang padat, berserat, keras dan berlemak karena selain dapat merangsang muntah, makanan tersebut relatif lebih lama dicerna. Penanganan lain untuk muntah yang berlebihan sebaiknya dipuasakan sementara sambil tetap minum obat muntah. Setelah 1 jam baru boleh minum sedikit demi sedikit tetapi sering.